Posted By Base
Cara Menemukan Pasangan Hidup

Eksplorasi dunia di sekitar Anda. Semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk berkencan dan bersosialisasi, semakin besar pula kemungkinan Anda untuk menemukan calon pasangan hidup yang potensial. Oleh karena itu, jangan ragu mengeksplorasi dunia di sekitar Anda dengan menghadiri berbagai acara sosial, mengikuti kelas khusus dan mengajak teman-teman sekelas Anda mengobrol, dan bergabung dengan layanan kencan daring. Jangan takut untuk bertualang dan memperluas keterbukaan pikiran, seperti dengan mengikuti sesi speed dating atau acara perjodohan yang umumnya dikelola oleh organisasi yang spesifik.

  • Metode yang paling lazim digunakan untuk bertemu calon pasangan hidup yang potensial adalah melalui teman bersama. Oleh karena itu, luangkan waktu sebanyak-banyaknya dengan orang-orang terdekat, dan mintalah mereka mengenalkan Anda kepada seseorang yang sesuai dengan tipe idaman Anda.[1]
  • Metode kedua adalah melalui ruang sosial, seperti bar, konser, pembacaan puisi, pembukaan galeri, hingga perkumpulan jemaat gereja.[2]
  • Metode ketiga adalah melalui pekerjaan. Jika pekerjaan tidak menuntut Anda untuk pergi ke kantor, cobalah sesekali bekerja di ruang kerja bersama (coworking space). Selain itu, kunjungi kantor Anda dan hadiri konferensi atau rapat kapan pun memungkinkan. Jika ingin melontarkan ajakan kencan kepada seseorang yang setiap hari bekerja bersama Anda, jangan melakukannya dengan terburu-buru agar hubungan profesional Anda berdua tidak menerima pengaruh yang negatif.[3]
  • Metode keempat adalah melalui situs dan aplikasi kencan, sementara metode kelima adalah melalui media sosial. Jika ingin, Anda bisa mencoba bergabung dengan aplikasi kencan daring seperti OkCupid, Tinder, Grindr, dan Hinge.[4]
Ajak seseorang berkencan. Jika ada seseorang yang menarik perhatian Anda di dunia nyata, cobalah mengajaknya berkencan. Sampaikan ajakan tersebut secara langsung agar maksud Anda tidak disalahpahami olehnya, dan dia dapat memberikan respons yang lugas. Untuk mengurangi kecanggungan yang mungkin muncul, lontarkan ajakan tersebut menjelang Anda berdua berpisah. Misalnya, ketika Anda berdua akan berpisah ke arah yang berbeda, cobalah berkata, “Mengobrol sama kamu menyenangkan sekali, deh. Sayangnya, aku harus pergi sekarang. Mau makan malam bareng nggak, kapan-kapan?”

  • Jika rasa malu Anda terlalu besar untuk mengajaknya berkencan secara langsung, cobalah meneleponnya. Namun, tentu saja Anda harus meminta nomor teleponnya sebelumnya.
  • Jika menemukan sosok yang menarik di dunia maya, cobalah mengirimkan sebaris pesan yang bersahabat kepadanya. Jika ingin mengenalnya lebih dekat sebelum bertemu langsung dengannya, cobalah bertukar pesan selama 2-5 kali terlebih dahulu sebelum mengajaknya berkencan.
  • Bersiaplah menerima penolakan. Itulah mengapa, Anda tidak perlu menunggu terlalu lama untuk melontarkan ajakan kencan agar perasaan Anda kepadanya tidak terlanjur menguat. Kapan pun ketertarikan itu mulai muncul, segeralah menyampaikan maksud Anda!
  • Tetaplah berteman dengannya, jika memungkinkan. Lagi pula, mungkin saja dia bisa mengenalkan Anda kepada orang lain yang ternyata merupakan belahan jiwa Anda, bukan?
Berkencanlah dengan tenang dan terkontrol. Jika terlalu terfokus untuk menemukan pasangan hidup yang sejati, dikhawatirkan Anda justru akan membuat pasangan ketakutan. Oleh karena itu, rencanakan kencan sebagaimana Anda merencanakan kegiatan yang lain. Dengan kata lain, berfokuslah pada aktivitas yang bisa dinikmati oleh kedua belah pihak, dan jangan memaksakan diri untuk membangun komitmen yang serius dengan pasangan kencan Anda. Fokuskan pikiran Anda kepada aktivitas yang dilakukan, bukan kepada potensi hubungan di masa depan!

  • Ajukan pertanyaan terbuka, jadilah pendengar yang aktif, dan berikan jawaban yang jujur jika menerima pertanyaan dari pasangan.
  • Tunjukkan ketulusan Anda. Jawab seluruh pertanyaan pasangan kencan Anda dengan jujur, dan tidak perlu khawatir akan dihakimi atau terlihat bodoh di hadapannya.
  • Jauhkan diri dari ponsel Anda. Berfokuslah pada pasangan dan aktivitas kencan yang dilakukan!
  • Jangan menghabiskan waktu untuk menganalisis kecocokan di antara Anda berdua. Lagi pula, hal tersebut tidak akan terlihat pada kencan pertama! Alih-alih, berfokuslah pada proses komunikasi dan aktivitas yang mewarnai kencan Anda berdua.
  • Jangan berucap “Aku cinta kamu” atau menyinggung komitmen jangka panjang jika kencan baru berlangsung beberapa kali.
Tunjukkan sikap dan perilaku yang positif. Jika proses berpacaran Anda jalani untuk menemukan pasangan hidup yang paling tepat, berupayalah untuk selalu menunjukkan kualitas diri yang terbaik. Jangan mencoba mendominasi hubungan atau melakukan permainan pikiran dengan pasangan.

  • Jangan mengecewakan pasangan atau sibuk mengkritiknya ketika berkencan. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang kasar dan/atau dihantui rasa tidak aman.[5]
  • Meski merasa Anda berdua tidak akan melakukan kencan kedua karena kurang memiliki kecocokan, tetaplah berusaha semaksimal mungkin untuk menikmati aktivitas saat berkencan. Perlakukan pasangan kencan Anda dengan baik! Meski Anda berdua tidak akan bertemu lagi, pahamilah bahwa dia tetap berhak menerima perlakuan yang sopan dan bersahabat.
Rencanakan aktivitas kencan yang bisa Anda nikmati. Siapa bilang aktivitas kencan harus diwarnai dengan makan malam dan minum wine sambil terus-menerus bertatapan dengan pasangan? Alih-alih mengikuti pola yang klise, cobalah merencanakan aktivitas yang lebih sejalan dengan minat Anda. Misalnya, ajak pasangan kencan Anda minum kopi bersama yang dilanjutkan dengan berjalan santai bersama di taman kota. Jika ingin, Anda juga bisa mengajaknya berkunjung ke museum terdekat atau sekadar bersantap pagi sambil mengobrol tanpa jeda di sudut restoran.

  • Ajak pasangan menghadiri pesta atau acara sosial lain. Jika takut dihantui rasa gugup ketika harus menghabiskan waktu berdua, cobalah mengajaknya bepergian di dalam kelompok.
  • Setujui ide kencan yang dilontarkan oleh pasangan kencan Anda. Jika seseorang mengajak Anda berkencan, izinkan dia menentukan ide kencan yang menarik minatnya. Jangan terburu-buru berasumsi bahwa Anda tidak akan menikmati aktivitas atau tempat baru yang direkomendasikannya.
Terjunlah ke dunia akademis. Banyak orang bertemu pasangannya di lembaga pendidikan seperti SMA atau universitas, terutama karena di situlah mereka umumnya akan menemukan orang-orang dengan minat yang serupa. Selain itu, mereka pun akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama-sama, dan mengenal karakteristik satu sama lain sebagai rekan kerja atau teman sekelas. Jika Anda sudah menyelesaikan pendidikan, atau tidak bisa kembali ke dunia akademis, cobalah mengambil kelas nonformal yang menarik minat Anda, seperti kelas memasak, kelas bahasa, kelas dansa, atau kelas bisnis.

  • Lembaga akademis, selain merupakan tempat yang potensial untuk bertemu calon pasangan hidup, juga dapat membekali Anda dengan ilmu yang sejatinya mampu meningkatkan kelanggengan hubungan romantis di masa depan. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa pasangan yang menempuh pendidikan di tingkat universitas memiliki kemungkinan bercerai lebih rendah daripada mereka yang tingkat pendidikannya lebih rendah.[6]
Jaga kesehatan Anda baik-baik. Ingat, kesehatan mental dan fisik Anda akan memengaruhi identitas orang yang akan mengencani Anda berikut durasi kencan Anda berdua. Oleh karena itu, berolahragalah secara rutin dan tidurlah dengan cukup setiap malam. Selain itu, makanlah secara rutin, santap camilan yang menyehatkan, dan hindari minuman bersoda serta gula rafinasi. Jika memungkinkan, periksakan kesehatan Anda secara berkala ke dokter.

  • Secara khusus, berikan perhatian lebih kepada kesehatan mental Anda. Jika Anda merasa terlalu malu, depresi, cemas, atau takut untuk berkencan, cobalah mengonsultasikan masalah tersebut kepada terapis yang tepercaya.
Rawat penampilan Anda baik-baik. Berikan penampilan yang terbaik untuk memerangkap perhatian orang lain! Dengan kata lain, jaga kebersihan tubuh Anda dengan mandi secara rutin, tetapi jangan keramas melebihi tiga kali seminggu. Selain itu, gosok dan bersihkan gigi dengan benang agar kesehatan dental tetap terjaga, dan aroma napas Anda tetap harum.

  • Kenakan pakaian yang layak. Meski pilihan mode setiap orang sangatlah bervariasi, tetapi secara umum, kenakan pakaian yang pas di tubuh Anda, bersih, dan tidak kumal.[7]
  • Pilih warna yang mampu menonjolkan karisma Anda. Jika kesulitan memilih warna yang tepat, sebaiknya kenakan warna yang netral seperti hitam, putih, atau cokelat.
Cintai diri Anda. Sebelum menemukan seseorang untuk dicintai, cintai diri Anda terlebih dahulu. Kejar hal-hal yang Anda inginkan dalam hidup, seperti karier yang diidamkan, teman yang dapat memperlakukan Anda dengan baik, hobi yang menarik, dan komunikasi yang baik dengan orang-orang terdekat. Jaga pula kesejahteraan emosional, fisik, dan finansial Anda baik-baik.

  • Kemampuan seseorang untuk memperlakukan dirinya dengan baik sejatinya menunjukkan kestabilan emosionalnya, sebuah karakteristik yang terlihat sangat menarik di mata orang lain![8]
Pelihara pertemanan Anda. Kemungkinan besar, teman dan sahabat adalah pihak pertama yang akan diperkenalkan kepada pasangan hidup Anda.[9] Selain itu, mereka pun merupakan bahu bagi Anda untuk bersandar ketika dilanda masalah dalam hubungan, sistem pendukung ketika pada akhirnya Anda berhasil menemukan sosok yang disukai, dan teman di kala Anda merasa kesepian. Percayalah, Anda akan semakin sulit berkencan jika terus-menerus mengasingkan diri. Lagi pula, orang yang merasa kesepian tidak akan terlihat menarik dan percaya diri di mata orang lain.

  • Perlakukan teman-teman Anda dengan baik. Dengan kata lain, tepati komitmen yang Anda buat, balas budi baik orang-orang terdekat, dan sampaikan penghargaan Anda kepada mereka.
Identifikasi keinginan Anda. Pikirkan hal-hal yang paling Anda inginkan dalam hidup: pasangan, anak-anak, kestabilan finansial, komunitas yang kokoh, kesuksesan artistik, menghidupi prinsip, dan menikmati hidup. Pikirkan apa yang ingin Anda lakukan dalam tiga, lima, tiga puluh, dan lima puluh tahun ke depan. Dengan kata lain, jangan berpikir, “Pasangan seperti apa yang aku inginkan?”. Alih-alih, berpikirlah, “Apa yang ingin aku lakukan dalam hidup?”

  • Kemudian, lihat ke dalam hubungan Anda, dan amati apakah hubungan tersebut dapat mendukung seluruh mimpi Anda. Jika tidak, pertimbangkan apakah Anda bersedia mengabaikan mimpi-mimpi tersebut demi menjalani hidup bersama pasangan.
  • Beradaptasilah dengan apa yang Anda temukan. Sebagian besar orang sejatinya kesulitan mengetahui apa yang sesungguhnya mereka inginkan. Secara umum, jika berhasil menemukan sosok yang bersedia mendukung mimpi Anda, memperluas cakrawala pengetahuan Anda, serta mengubah Anda ke arah yang lebih baik, kemungkinan besar Anda sudah menemukan pasangan hidup yang tepat.
Bersahabatlah dengan pasangan. Sekadar bersikap romantis tidak akan menjamin hubungan Anda dapat bertahan dengan lama. Alih-alih, berfokuslah untuk benar-benar menghargai pasangan, menikmati kebersamaan dengannya, dan memberikan perhatian yang maksimal kepadanya agar pasangan bersedia bertahan bersama Anda hingga akhir waktu. Jangan pernah melakukan komitmen jangka panjang dengan seseorang yang belum benar-benar bersahabat dengan Anda!

  • Cari pasangan yang selera humornya sejalan dengan Anda, dan dapat menemukan kelucuan atau sisi positif dalam situasi yang sangat menyulitkan sekalipun.
  • Hargai pemikiran pasangan. Jika pola pikir pasangan tidak bisa Anda nikmati, kemungkinan besar Anda berdua tidak akan bisa menua bersama dengan bahagia.
  • Miliki ketertarikan yang sama dengan pasangan. Tentu saja Anda berdua tidak perlu melakukan segalanya bersama-sama. Namun setidaknya, pastikan Anda berdua memiliki beberapa minat dan cara menjalani hidup yang sejalan.
  • Utamakan kesetaraan di dalam hubungan. Sebuah hubungan yang didominasi oleh salah satu pihak tidak akan berakhir dengan bahagia. Oleh karena itu, perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin diperlakukan, agar hubungan dapat bertahan dengan lebih lama.[10]
  • Ingat, Anda dan pasangan harus bisa saling memercayai, saling mendukung, dan saling menghargai. Jika ketiga prinsip tersebut sudah diterapkan, niscaya hubungan Anda berdua akan semakin kokoh.
Bertengkarlah secara dewasa. Seluruh hubungan akan terasa lebih rapuh di tahap awal. Ketika pada akhirnya Anda dan pasangan bertengkar, jangan mengikuti dorongan impulsif untuk melarikan diri! Meski pertengkaran dengan pasangan terasa seperti kiamat kecil, pahamilah bahwa situasi tersebut sangatlah alami dan merupakan bagian yang tidak bisa dihindari dalam setiap hubungan yang sehat. Alih-alih melarikan diri, belajarlah untuk beradu argumentasi dengan cara yang lebih dewasa. Misalnya, gunakan ujaran “Aku” alih-alih “Kamu”, atau berfokus pada perasaan Anda alih-alih terus-menerus menyalahkan pasangan.

  • Redakan intensitas pertengkaran. Jika intensitas pertengkaran meningkat, cobalah meredakannya dengan mencoba mendengarkan dan “merangkul” pasangan. Jika jarak Anda berdua cukup dekat untuk bersentuhan, cobalah menggenggam tangannya atau memeluknya. Jika ingin, Anda juga bisa mengajaknya bergurau atau berpindah lokasi.[11]
  • Jika pertengkaran terjadi ketika Anda berdua sedang berkencan, redakan intensitasnya dengan mengajak pasangan “mengulangi” proses berkencan sedari awal. Misalnya, Anda bisa mengajaknya berpindah lokasi atau berpindah tempat duduk, dan kembali menyapa satu sama lain.[12]
  • Jangan takut menyuarakan pendapat atau mendiskusikan topik yang kontroversial hanya karena Anda tidak ingin mengakhiri hubungan dengannya. Alih-alih, sampaikan bahwa Anda berdua perlu waktu untuk menenangkan diri, dan kembali berdiskusi ketika situasinya sudah lebih terkontrol.
  • Namun, sebisa mungkin, hindari memperdebatkan topik yang pernah memicu pertengkaran Anda berdua. Percayalah, dia justru akan merasa semakin kesal alih-alih yakin dengan sudut pandang Anda.[13] Ingat, mempertahankan hubungan jauh lebih penting daripada memenangkan argumentasi!
  • Jika salah seorang sahabat Anda membuatnya kesal, dan subjek tersebut pernah menjadi topik pertengkaran Anda berdua, jangan takut menyampaikan bahwa Anda merasa tidak perlu menyingkirkan orang tersebut dari hidup Anda.
  • Namun, jangan menyalahkan pasangan karena dia menganggap teman Anda menyebalkan. Faktanya, pasangan Anda sudah merasa kesal dengannya, dan kekesalan itu pasti akan meningkat jika Anda mencoba mendebatnya.[14]
Ekspresikan perasaan berdasarkan tahap hubungan yang sedang dijalani. Seiring meningkatnya frekuensi berkencan dengan seseorang, keinginan Anda untuk menyatakan perasaan kepadanya pun tentu akan turut meningkat. Selain itu, Anda pun pasti akan terus mempertanyakan perasaan dan keseriusan pasangan. Jika situasinya demikian, jangan terburu-buru menyatakan perasaan dan menuntut responsnya. Alih-alih, sampaikan bahwa sejauh ini, hubungan Anda berdua terasa sangat menyenangkan.

  • Setelah kencan pertama, sampaikan bahwa kencan tersebut terasa menyenangkan bagi Anda.
  • Setelah beberapa kencan berlalu, sampaikan bahwa Anda benar-benar menikmati waktu yang Anda berdua habiskan bersama.
  • Ketika Anda sudah siap untuk menjalani hubungan yang serius dengannya, cobalah mencari tahu responsnya. Dengan kata lain, nyatakan ketertarikan dan keinginan Anda untuk menjalani hubungan monogami dengannya, dan mintalah responsnya.
  • Jika dia mengaku belum siap, berikan waktu yang dibutuhkannya. Ingat, setiap orang bergerak dalam tempo yang berbeda.
  • Berusahalah untuk tidak berkata “Aku cinta kamu” ketika Anda berdua baru berkencan beberapa kali. Meski Anda benar-benar merasa mencintainya, simpan perasaan tersebut sampai satu atau dua bulan berlalu.[15]
  • Jika pernyataan “Aku cinta kamu” justru datang dari mulutnya, padahal Anda belum siap mendengarnya, sampaikan itu dengan jujur. Namun, jelaskan pula bahwa Anda mungkin akan merasa siap dalam waktu dekat, terutama karena Anda benar-benar ingin melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius dengannya.
Tidak perlu terburu-buru. Faktanya, pasangan yang menikah pada usia terlalu muda berisiko lebih besar untuk bercerai. Risiko yang sama juga muncul jika Anda menikahi seseorang yang belum terlalu lama dikencani. Jika benar-benar merasa kesepian, perluas pertemanan Anda alih-alih terburu-buru menikah! Nikmati hubungan Anda dan pasangan tanpa berekspektasi bahwa hubungan tersebut pasti akan berakhir di kursi pelaminan.[16]

  • Saat sudah menemukan orang yang tepat, kencani dia selama setidaknya tiga tahun sebelum mengajaknya menikah.[17] Kenali pasangan lebih dalam untuk meningkatkan kelanggengan hubungan di masa depan.

Source : IdWikiHow.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *